11 Alat Musik dari Papua dan Penjelasannya

Posted on




Alat Musik dari Papua, JenisAlat.Com – Papua menjadi pulau terbesar kedua di dunia.

Tidak heran jika pulau di pulau yang dihuni lebih dari 25 suku ini kaya akan budaya dan kesenian termasuk di dalamnya berbagai alat musik tradisional.

Sedikitnya ada 11 alat musik khas Papua yang dapat diketahui. Berikut ini penjelasannya;

11 Daftar Alat Musik dari Papua Indonesia

Pikon

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - PikonBanyak yang menyebutkan bahwa pikon berasal dari kata pikonane (Baliem) yang berarti bunyi.

Alat ini biasanya dimainkan oleh kaum lelaki untuk menikmati waktu santai selepas berburu atau bekerja. Mereka akan memainkan alat musik ini di depan honai.

Yi

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - YiAlat Musik dari Papua ayng satu ini ditemukan di Papua Barat. Namun, tidak diketahui asal usulnya. Bentuknya mirip seperti seruling dan memang alat ini dimainkan dengan cara ditiup.

Dahulu, alat ini dipakai untuk memanggil penduduk supaya berkumpul. Suara yang dihasilkan sangat unik. Kini, alat ini sudah sangat sulit ditemukan.

Triton

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - TritonAlat musik tiup ini dahulu digunakan untuk memanggil bala bantuan dan berkomunikasi. Namun sekarang, hanya dijadikan sebagai hiburan.

Alat ini dapat ditemukan hampir di sepanjang pesisir Biak, Yapen, Waropen, serta tentunya kepulauan Raja Ampat.

Alat ini bukanlah alat musik yang dibuat karena ini merupakan cangkang kulit kerang yang berukuran cukup besar.

Fuu

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - FuuAlat Musik dari Papua ini banyak dipergunakan oleh suku Asmat sebagai sarana memanggil bala bantuan, mengiringi tari-tarian tradisional, serta berkomunikasi.

Fuu terbuat dari kayu atau bambu dan cara memainkannya adalah ditiup.

Kecapi mulut

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - Kecapi MulutCara memainkannya cukup unik. Alat ini harus dijepit di antara kedua bibir sambil menarik talinya.

Konon katanya alat ini berasal dari suku Dani di lembah Baliem.

Suara yang dihasilkan tidak terlalu keras sehingga besar kemungkinannya kecapi mulut hanya merupakan alat musik hiburan.

Tifa

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - TifaAlat ini dimainkan dengan cara dipukul untuk menghasilkan suara. Teknik memainkan Tifa sama dengan gendang. Alat ini dibuat dengan cara melubangi dan membuang bagian dalam pohon kemudian pada salah satu sisi diberi kulit hewan yang telah kering.

Ada beberapa jenis Tifa yaitu Tifa Jekir, Dasar, Potong, Jekir Potong, dan Bas.

Seringkali Tifa digunakan untuk mengiringi tari-tarian mengelilingi api unggun dan sebagai pengiring lagu.

Paar dan Kee

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - Paar dan KeeAlat ini merupakan satu kesatuan. Paar dibuat dari labu sedangkan Kee dari tulang Kasuari. Paar dan Kee sering dipakai pada acara-acara pesta adat.

Alat musik dari Suku Waris ini akan beradu ketika penari melompat-lompat.

Krombi

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - KrombiAlat ini terbuat dari kayu dan harus dipukul jika ingin memainkannya. Krombi merupakan alat yang sering dipakai suku Tehit untuk pesta-pesta adat.

Biasanya, alat ini tidak dimainkan sendiri tetapi harus dikolaborasikan dengan alat musik lainnya.

Butshake

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - ButshakeAlat ini terbuat dari buah-buah kenari yang dipasang pada batang bambu. Butshake berasal dari daerah Muyu Merauke. Konsep alat ini cukup sederhana. Bunyi yang dihasilkan berasal dari benturan kenari-kenari kering.

Amyen

Gambar Foto Alat Musik dari Papua - AmyenUntuk memainkannya, alat ini harus ditiup. Diyakini alat ini berasal dari Suku Web kabupaten Keerom. Digunakan untuk memberi peringatan saat terjadi peperangan serta pengiring tarian tradisional.

Eme

Alat terakhir adalah Eme. Konon katanya, ketika alat musik ini dirangkai/dipasang maka ianya perlu menggunakan darah manusia dan kapur dari hewan biawak. Eme berasal dari penduduk Kamoro, Papua

Cara Membeli Alat Musik dari Papua

Sayangnya, tidak semua alat yang ada di atas dapat dibeli secara bebas.

Beberapa jenis mungkin dapat Anda miliki dengan memesan langsung pada para pengrajin di Papua. Tetapi, tentunya tidak murah.

Bagikan Informasi Ini




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *